values.
there might be a lot of things that affecting a value of one human being, dan menurut gua salah satunya adalah gimana cara orang itu meresponi validasi.
sebut saja belakangan gua diperhadapkan dengan beberapa orang yang haus banget sama validasi.
at some moments i was so sick of it, but then i was reminded by myself that pada jamannya gua juga pernah se-annoying itu dulu. dan gua ketawain aja gua yang dulu.
sebut saja belakangan gua diperhadapkan dengan beberapa orang yang haus banget sama validasi.
at some moments i was so sick of it, but then i was reminded by myself that pada jamannya gua juga pernah se-annoying itu dulu. dan gua ketawain aja gua yang dulu.
well to be freaking honest, its not a big deal.
i mean these days validation might be something that can make you feel better when we were surrounded by self-centered people nowadays. its not me going satire, but yeah some people just focusing on their own plate, even me myself.
iya gaksi? realistis aja gitu, sesimpel kaya buat apa gua pertahanin sesuatu yang ngga mendatangkan keuntungan buat gua? i think its way more sense these days. jadi ya buat lo orang yang masih punya orangorang tulus dalam circle lo, please keep them fgs. please.
i mean these days validation might be something that can make you feel better when we were surrounded by self-centered people nowadays. its not me going satire, but yeah some people just focusing on their own plate, even me myself.
iya gaksi? realistis aja gitu, sesimpel kaya buat apa gua pertahanin sesuatu yang ngga mendatangkan keuntungan buat gua? i think its way more sense these days. jadi ya buat lo orang yang masih punya orangorang tulus dalam circle lo, please keep them fgs. please.
dan itu yang gua rasa mempengaruhi kenapa harihari ini banyak banget orang yang segitunya butuh validasi, neither caused by how they been raised, or the way how their environment made them, or simply emang anaknya aus aja~
jadinya mungkin gua melihatnya adalah sebagai fenomena dimana pada nature-nya itu harihari ini cukup lumrah untuk seseorang butuh validasi depends of the frequencies. yagaksi?
cuma kan emang annoying aja yak kalo keterlaluan? wk.
as time goes by, it just made me more valuing myself as a person with a different level.
suka lucu aja kalo ingetinget gua jaman dulu masih suka craving for validation even until doing silly things. dan ga boong, mungkin kaya beberapa waktu lalu juga gua masih suka doing stupid things just for the sake of validation. tapi makin kesini, entah kenapa mata gua makin terbuka aja setelah diperhadapkan sama orangorang yang segitu ausnya.
keki kadang ngadepinnya, but the good thing is orangorang kaya gitu akan selalu jadi alarm buat gua to keep settling down my own parameter as a valued person.
apakah berarti dengan ini gua menyebut people that always craving for validation has no value?
i don't know about you, but my mind saying so.
so for now jadi kaya lebih well-alarmed aja in case gua lepas kontrol, i will always make sure below words are stay anywhere visible so i can stay reminded, at ease.
"remember your value, sidney. chill out."
Comments
Post a Comment