digital interaction.

kayanya belum semua orang punya mental yang siap untuk bersosial media.

no, ralat.

belum semua orang punya mental yang siap untuk bersosial media di indonesya.

lately gua banyak banget ngeliat sjw sjw di timeline twitter yang ngerasa paling bener dan sempurna sampe konten konten sepele aja dimasalahin sama mereka.
i mean setiap orang kan have their own way to express themselves yah, dan kita ngga punya hak buat ganggu itu (even udah diluar bataspun, sebenernya siapa lo mau komen komenin?)
unless s/he was your inner circle and somehow kontennya ngelewatin beberapa limitasi sosial yah ngga ada salahnya buat diingetin sih. gapapa.
but seriously these days konten konten itu malah dikomentarin sama total stranger yang sebenernya gua yakin mereka ngga dirugikan sama sekali atas posting posting terkait cuma ya maha benar sjw dengan segala kesanggupannya yah jadi kaya pokoknya salah aja.

di satu sisi, gua yakin banyak banget orang yang masih take peoples opinion personally,
even i still did. (sigh)
asli gua pun masih mencoba dan terus mencoba untuk sepenuhnya ngga peduliin apa kata orang since they dont pay my own bills. like what for?
even susah wakakakak.

karna justru komentar komentar jahat yang kita dapet dari orang yang bahkan kita ngga kenal itu yang malah affecting much to our own. yang padahal mah dia simply have no idea who we were - cuma berbekal dengan apa yang mereka liat dari luar then mereka komentar seenaknya.
tapi kenapa malah itu berdampak besar sama pola pikir kita ya? gua juga bingung anjir.
jadi overthinking the unnecessary things gitu loh, karna pun deeply inside kita tau komentar komentar itu ngga bener, tapi tetep aja kepikiran kaya "apa yang salah ya?"


so as i tweeted just now (1)
ngga ada batasan untuk kita bisa berekspresi emang, apalagi itu akun lo, itu ranah lo, means you're all set and free to express everything.
but still menurut gua personal branding itu penting banget apalagi kalo akun lo itu bisa diakses siapapun.
sekarang semua bisa ditrace dari internet, toh sekarang udah banyak HR yang screening social media as one of their recruitment process for hiring people.
makanya menurut gua penting sih buat kita tetep berhatihati.
yeah i knew thats your own space but still remember where youre living at and how society works.
unless youre a total total total total careless for everything even your ownself yaudahlah sakarepmu.

"makanya pake second account dong"

memang it helps indeed, even third account sekalipun plus close friend pula.
but wait, lupa kasus Zara?
who are we that we can trust somebody?
who am i kidding?

well indeed a lot of safety nets there.
beberapa fitur memang menolong for keep your space a bit safer but remember that doesnt mean youre totally free to express everything.
hence thats the reason why i keep my account locked and keeping my circle small.
gua ga sembarangan granting peoples access to follow my account.
karna even gua udah ngelakuin itu pun, still i believe kalo gua kecolongan sekaliiiiii aja bisa aja itu bakal jadi boomerang buat gua satu hari nanti.
sweet jesus, thats how internet works.
hati hati.



and again, as i tweeted just now (2)
people will talk, let them talk.
you cant shut them anyway.
you have no control over them.
deilah youre not even a nutella so you cant please everyone.
gua aja gasuka nutella karna kemanisan.
so make sure for everything you exposed on your social media, you should get prepared as well if later on ada aja komentar komentar yang kontra or even bisa aja ngejatuhin lo.
thats not a disease, thats just the way it is.
just set your eyes to people that believe in you, trusting you, accept you for who you are.
trust me, that should be enough.


jadi yaudah.
have some fun on your social media but still proceed everything with caution.
berekspresi seperlunya, berkomentar seperlunya.
gausah bikin huru hara. capek.





tapi ya kalo ada teh tumpah yaudah simak aja gapapa hihi.






Comments

Popular Posts