closure.

so...

its quite funny to recognized that less than 5 months, ive been dealing with 3 kind of closures.
think i dont need to elaborate more about each of them 😅 cause thats not a thing that i wanna share here.

gini,
opini personal gua, definisi closure itu adalah sebuah titik akhir, kejelasan dari sesuatu yang saru, tindak lanjut untuk menemukan sebuah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ....i think beneran perlu nyali buat dikonsolidasikan. you need guts.
i mean, to give a closure is a thing that you need to take courage with. karna maaf banget tapi diluar sana gua rasa masih banyak orang-orang yang cupu enough (?) for leaving without a closure.

gua, sebagai pribadi yg selalu try my best to make a good impression of my own yah (oh come on im sorry but yeah im just another people pleaser) sebisa mungkin menghindari hal-hal yang ngga perlu yang jadinya malah ninggalin kesan yang ngga baik.



especially when it comes to dealing with someone when its. involving. feelings.


tapi ini ngga berlaku buat people pleaser aja yaa, karna emang pada dasarnya gua rasa closure is necessary.


karna serius, for some cases, i think we take responsibility for someone's feelings.
i mean, gua rasa pasti masing-masing kita pernah merasakan falling for someone that deep, yang sampe-sampe kaya "wey lo apain gua ya sampe gua bisa segininya ngerasain ini ke lo?" and we all know itu rasanya gaenak. karna ngga mungkin tiba-tiba kita ngerasa gitu kalo ngga ada triggernya.

dear gods, how i loathe attachment issues.


mungkin ini relate ke tulisan gua tentang pdkt disini dimana semua effort yang kita lakukan dalam penyesuaian itu ngga menjamin apakah sebuah pdkt itu bakal berhasil menjadi sebuah hubungan atau yaudah aja, malah celakanya menjadi sesuatu yang hilang karna ngga ada closure-nya.

for feeling attached with someone that is not yours?
oh come on who am i kidding?

karna gua tau itu rasanya gaenak banget, thats why gua sebisa mungkin untuk selalu bikin closure untuk sebuah hubungan dimana gua ngerasa itu kayanya ngga bakal works.

nah.

awalnya gua kira itu sesuatu yang menyesakkan.
and it was.
indeed.

tapi semakin kesini, gua malah take it as a phase for me to release my burden away.
releasing a thing that you feel like the weight of the world was on your shoulder.

entahlah, ngga bermaksud pick-me yee tapi ini kan balik ke masing-masing orang ya?
karna gua personally itu sering banget dealing with attachment issues. i really have a huge problem for having an unnecessary sense-of-belonging with someone who i really care about.
bawaannye kaya udah milikin, padahal bukan siape-siape. hft.

and its not a good thing for sure.



balik lagi, itulah kenapa gua makin legowo aja sama terms the art of letting go.
tahun lalu gua tulis pandangan gua disini dan masih sama.

beneran, letting go itu ada art-nya.
the pain was real, but its relieving.
you might feel oppressed, but your sight never been as clear as before.
karna apa? closure.
jadinya jelas, apa yang harus lo lakuin kedepannya dan apa yang harus lo berhenti untuk lakuin.

karna sorry banget, buat orang-orang yang selalu ngomong;
"makanya dari awal jangan ngarep apa-apa, low expectation aja."
men, sini gua pukul pala lo.
let me tell you kaya yang tadi gua bilang diatas, ekspektasi itu ngga mungkin ngga ada triggernya.
lo pikir ada gitu orang yang "gua mau gedein ekspektasi ah" tanpa ada sesuatu yang trigger dia berpendapat serupa? nggalah!
mau lo set your expectation serendah-rendahnya, kalo lo selalu diperhadapkan sama situasi yang secara ngga langsung meningkatkan ekspektasi lo, itu pastinya diluar kendali lo kan?


dengan adanya closure, baru tuh lo tau untuk manage ekspektasi lo gimana.
kenapa? karna ada kejelasan.

makanya setelah beberapa kali dealing with closures, gua ngerasa bahwa memang setiap orang ada masanya, tapi kita bisa akalin untuk kita ngga perlu buang waktu dan buang tenaga lama-lama gitu lho.

people come and go, bahkan gua juga yakin bahwasannya ada pelajaran yang bisa kita dapet lewat setiap orang yang hadir dalam hidup kita. pasti.


tapi, gua nggasuka buang-buang waktu, paham kan maksudnya?





Comments

Popular Posts